Bentuk Molekul
Kita sering mendengar istilah asam lemak jenuh (saturated fatty acid) dan asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid). Asam lemak merupakan molekul penyusun lemak itu sendiri.
Berdasarkan bentuk molekulnya lemak dibagi menjadi lemak jenuh dan tidak jenuh. Dikatakan jenuh karena tidak memiliki ikatan rangkap pada atom C (Carbon), semua ikatan atom sudah terikat pada atom lainnya. Ikatan berbentuk tunggal. Sedangkan lemak tidak jenuh, masih mempunyai ikatan atom C yang tidak terikat pada atom lain, berbentuk rangkap tidak tunggal.

Sumber Gambar : Meilyssach.blogspot.com
Perbedaan ikatan atom C inilah yang juga mempengaruhi sifat-sifat kimiawi lemak tersebut. Lemak jenuh biasanya berbentuk padat pada suhu ruang dan kebanyakan berasal dari sumber hewani seperti susu, daging, telur dll. Sedangkan lemak tidak jenuh biasanya berbentuk cair pada suhu ruang dan disebut dengan minyak. Kebanyakan sumber lemak tidak jenuh berasal dari lemak nabati seperti minyak zaitun, minyak wijen, alpukat, kacang-kacangan, dll. Tapi bukan berarti semua pangan nabati mengandung lemak tidak jenuh, minyak sawit sebagai bahan baku minyak goreng bahkan mengandung hampir 50 % lemak jenuh. hal inilah sebagai salah satu alasan untuk mengurangi makan-makanan gorengan yang digoreng dengan minyak sawit.
Minyak dan lemak sangat penting bagi tubuh sebagai sumber energi yang cukup baik karena memiliki nilai kalori lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein, selain itu juga sebagai sumber dan pelarut vitamin A, D E dan K dan fungsi vital lainnya. Tetapi jika dikonsumsi secara berlebih justru akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
lemak jenuh banyak mengandung kolesterol yang akan menyumbat arteri dan penyebab penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, arterosklerosis sehingga harus dibatasi jumlah yang kita konsumsi. Berbeda dengan lemak tidak jenuh yang dikenal juga dengan lemak baik, yang justru membantu menurunkan kolesterol dalam darah.
Kebutuhan lemak jenuh adalah sekitar 5%-7% dari total kalori per hari atau 13-16 gram per hari (120-140 kalori/hari).
Lemak Trans

Sumber Gambar : Slideshare.net
Berdasarkan gambar di atas, lemak trans adalah termasuk jenis lemak tidak jenuh. Mengapa harus dibatasi konsumsinya, padahal lemak tidak jenuh baik bagi tubuh?
Keberadaan ikatan rangkap pada lemak tidak jenuh itu, menjadikan lemak tersebut berbentuk trans dan cis. Trans berbentuk lurus pada ikatan rangkapnya dan cis berbentuk bengkok pada ikatan rangkapnya.
Lemak trans dapat diproses dari lemak cair menjadi padat untuk kepentingan industri untuk mengubah sifat fisikokimiawi lemak, meningkatkan masa simpan, meningkatkan citarasa, dll. Hidrogenasi adalah proses yang digunakan untuk mengubah minyak cair menjadi padat dengan menambahkan Hidrogen ke dalam ikatan rantainya. Contoh produk yang melalui proses hidrogenasi adalah margarin, shortening, cocco butter, hydrogenated oil, dll.
Produk makanan yang dijual di toko dan restoran saat ini banyak yang menggunakan lemak trans dalam pengolahannya, seperti es krim, biskuit, puding, kentang goreng, keripik, saus tomat, saus sambal dan masih banyak lagi.
Lemak trans ini dalam darah dapat meningkatkan LDL atau kolesterol jahat dan menurunkan HDL atau kolesterol baik, sehingga efek yang ditimbulkan sama dengan lemak jenuh. Jika dikonsumsi berlebih dapat menyebabkan penyakit jantung, obesitas, hipertensi dan arterosklerosis.
Perbanyaklah konsumsi lemak tidak jenuh yang dapat meningkatkan HDL dalam darah dibandingkan lemak yang dapat memicu penyakit degeneratif, jangan lupa lakukan olahraga teratur untuk menyeimbangkan asupan energi dari makanan yang kita konsumsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar